Kalendar Islam Global Dipakai RI, Awal Puasa Tak Ribut Lagi

Posted on

Kepala Instansi Penerbangan serta Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengatakan Kalender Islam Global (KIG) mempunyai potensi diaplikasikan di Indonesia. Ia menjelaskan KIG sanggup menjadikan satu keberagaman kalender Islam yang berlangsung di Indonesia.

“Jadi prospeknya, KIG dapat diaplikasikan di Indonesia. Jika kita sukses menyetujui KIG tunggal, diinginkan tidak lagi ada bermacam kalender Islam,” tutur Thomas ke CNNIndonesia.com, Jumat (9/10).

Thomas menerangkan KIG ialah ide kalender Islam yang aktif dengan cara global. Idenya bermacam. Tetapi, ia mengatakan yang sedang diulas di Indonesia ada 2, yaitu KIG ide Turki 2016 serta KIG ide Referensi Jakarta 2017 (Seminar Internasional Fikih Falak).

Selanjutnya, Thomas menjelaskan keragaman kalender Islam yang dipakai oleh organisasi masyarakat Islam seringkali memunculkan ketidaktahuan umat, khususnya dalam penetapan awalnya Ramadhan, Syawal, serta Dzulhijjah. Hingga, sekarang ini sedang diusahakan ada kalender Islam tunggal.

Wawasan yang berubah, lanjut ia kalender tunggal itu tidak cuma untuk Indonesia, tapi juga bisa diaplikasikan dengan cara global

“Jika kita sukses menyetujui KIG tunggal, diinginkan tidak lagi ada bermacam kalender Islam. InsyaAllah tidak lagi ada ketidaktahuan sebab ketidaksamaan awalnya Ramadhan, Idul Fitri, serta Idul Adha,” katanya.

Di lain sisi, Thomas menjelaskan KIG masih menjumpai masalah. Ia lihat eko organisasi masih kuat.

“Jadi masihlah ada keenganan ormas-ormas Islam untuk tinggalkan ide lama serta terima ide baru,” tutur Thomas.

Dalam website pribadinya, Thomas memaparkan wawasan KIG sudah muncul waktu Muktamar Muhammadiyah di Makassar 2015 serta dilakukan tindakan dengan membuat KIG 1442 H dengan memakai persyaratan Turki 2016.

Sesaat Seminar Internasional Fikih Falak 2017 mewacanakan KIG dengan rumusan berbentuk Referensi Jakarta 2017.

Ia menyebutkan tidak ada satupun ide kalender Hijriyah serta kriterianya yang prima, semasing ada kekurangan serta kelebihan. Hal yang penting diusahakan ialah memastikan ide kalender serta persyaratan yang dapat disetujui bersama-sama berdasar riset kelebihan serta kekurangannya.

Ia menambah skema kalender global mewajibkan akseptasi pada tingkat pemerintah beberapa negara Islam, bukan pada tingkat organisasi kemasyarakatan. Sampai sekarang ini, lanjut 2 cuman Turki yang menerapkan KIG Turki 2016.

“Arab Saudi juga tidak terikat dengan kalender Turki. Walau sebenarnya ada yang mengharap KIG dapat menyeragamkan hari Arafah di penjuru dunia. Di Arab Saudi, penetapan hari wukuf tidak berdasar kalender, tetapi berdasar rukyat. Jadi KIG Turki 2016 mustahil jadi referensi penetapan hari Arafah,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *